Home arrow Sejarah
Main Menu
Home
Profile
Sejarah
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Sarana dan Prasarana
Pengumuman
Galery Fhoto
Links
Hubungi Kami
Buku Tamu
Search
Link Yayasan
TK
SD 1
SD 2
SMP
SMA ALFATAH YPKP
SMK
MTS
MA
PONPES ALKAUSAR
PANTI ASUHAN KARYA UTAMA
Yang Online
Saat ini ada 4 tamu online
Statistics
Anggota: 113
Berita: 34
Pranala: 4
Admin Online
Admin1:

Admin2:
Donasi
Kami sangat membutuhkan Donasi / Bantuan Anda untuk biaya pendidikan di Yayasan kami. Salurkan bantuan ke Rekening :
 154-00-0413239-9
Sejarah
Sejarah / Kronologis Berdirinya YPKP Secara Singkat

Pencetus gagasan berdirinya YPKP adalah seorang petugas sukarelawan Guru Trikora yang identitasnya;
Nama lengkap          : SUDJADI NOTOMISENO
Datang keIrian Barat: Tahun 1963
Tugas pertama      : Sebagai guru di LTS YPK Kotaraja s / d. tahun 1966.

(YPK adalah sebuah yayasan yang berasaskan Agama Kristen).
Pada tahun 1966/1967 Bp.Sudjadi Notomiseno dipindahkan dari LTS YPK Kotaraja ke Sentani menjadi Kepala Sekolah Teknik Negeri (STN) Sentani.
Bpk. Sudjadi Notomiseno mengakui bahwa dirinya sejak tahun 1964 s/d. 1969 tidak melaksanakan Shalat Jum’at dengan alasan di kotaraja maupun di sentani belum ada masjid.
Pada tahun 1969 petugas yang beragama Islam di Sentani pada waktu itu jumlahnya ± 25 orang saja,antara lain : Maman Tjarmana,Mustafa Kamal,BA,Ahmad Suhanda dan Abdul Aziz Chandra Sahusiwa bersaudara.
Dalam kondisi seperti tersebut diatas Bpk. Sudjadi Notomiseno selalu merenung yentang kapan di sentani ada masjid dan kapan di sentani terdapat suatu lembaga pendidikan Islam.
Renungan itulah yang menjadi pendorong kuat hati nurani Bp.Sudjadi Notomiseno untuk mendirikan Masjid dan Lembaga Pendidikan Islam di Sentani.

Setelah pelaksanaan PEPERA: 17 Agustus 1969 daerah Irian Jaya waktu itu menjadi daerah terbuka dalam mobilitas penduduk seperti daerah Indonesia lainnya.
Begitu juga Organisasi kemasyarakatan menggeliat dalam mengisi derap langkah pembangunan di daerah ini. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) banyak didirikan.
Badan Musyawarah Umat Islam (BMUI) sebagai LSM Umat Islam tidak ketinggalan menyingsingkan lengan baju, turut mengisi/berpartisipasi dalam derap langkah memacu ketinggalan daerah Propinsi Irian Jaya waktu itu. Pengurus BMUI kebanyakan anggotannya sukarelawan Trikora dan didominasi oleh sukarelawan guru Trikora dan sukarelawan Trikora lainnya. Selanjutnya rapat BMUI tanggal 20 Desember 1975 memutuskan:

  • Mendirikan YAYASAN PONDOK KARYA PEMBANGUNAN (YPKP)  Sentani - Jayapura Propinsi Irian Jaya.
  • Menyusun Pengurus YPKP yang diketahui Sudjadi Notomiseno dengan sekretaris Sasmojo dengan tugas pokok:
  1. Menyusun anggaran dasar YPKP dan kelengkapan Pengurus lainnya sesuai anggaran dasar.
  2. Menyiapkan sarana prasarana terutama lokasi kegiatan Yayasan Pondok Karya Pembagunan (YPKP).
  3. Mendirirkan lembaga operasional pengabdian YPKP.

 

  • Pengabdian YPKP di Propinsi Irian Jaya meliputi :
  1. Kegiatan pendidikan formal dan pendidikan non formal.
  2. Kegiatan social menampung : yatim, piatu dan anak miskin serta yang berkekurangan untuk mengenyam pendidikan di Sentani akomodasi dan konsumsinya.

Proses Langkah Kegiatan Pengurus YPKP

  • Berhasil memiliki akte notaris berdirinya YPKP dalam akte dengan nomor: 8 tanggal 14 Januari 1976 sekaligus menjadi anggran dasar YPKP.
  • Kegiatan YPKP bergerak dalam bidang pendidikan dan bidang social, terpola dalam sistem pendidikan pondok pesantren dimana peserta didik : yatim, piatu, miskin/berkekurangan mendapat layanan pendidikan dan disantuni (Pendidikan berpola asrama).
  • Partisipasi sukarelawan guru Trikora menangani pendidikan formal kurikulum Depdikbud/Depag, sedang sukarelawan sipil ABRI/POLRI menangani kegiatan social.


Renungan

  • Dengan modal BMUI, Pengurus YPKP dan dukungan umat dan masyarakat luas serta pemerintah YPKP berkiprah pada awal kelahirannya.
  • Legalitas YPKP dengan akte nomor : 8 tanggal 14 Januari 1976 dan pengakuan Lembaga-Lembaganya oleh Pemerintah menjadi pijakan kuat.
  • Banyaknya relawan penggerak YPKP menjadikan YPKP makin mengakar dan memiliki lokasi serta sarana prasarana yang memadai.