|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 09 August 2004 |
|
Berlin - Setelah mengalami kegagalan, Microsoft mengkonfirmasi bahwa standar dokumen terbuka mereka, Office Open XML (OOXML) akhirnya berhasil meraih dukungan yang cukup sebagai standar ISO, badan standarisasi internasional.
Meski belum diumumkan resmi, keberhasilan Microsoft ini telah bocor di internet. Jika tak ada halangan ISO yang memiliki perwakilan dari 100 negara akan mengumumkan keberhasilan Microsoft ini dalam waktu dekat.
Sejak tahun 2005, Microsoft memang telah mengupayakan format file Open XML bisa menjadi standar global. Adapun Indonesia dulunya memilih abstain dalam voting ISO terdahulu terhadap Open XML ini. Disetujuinya Open XML sebagai standar ISO tersebut membawa berbagai konsekuensi. Dikutip detikINET dari CNet, Rabu (2/4/2008), terdapat keraguan apakah Microsoft mau leluasa mempromosikan interoperabilitas antara produknya ini dengan produk lain, utamanya dari open source. Namun menurut Peter O'Kelly, analis di Burton Group, adanya ratifikasi ISO ini merupakan langkah signifikan Microsoft dalam mendukung standar dokumen. Bahkan penciptaan software berdasarkan spesifikasi Open XML kini akan lebih mudah dan aman secara hukum. Mengenai dampak persetujuan ISO terhadap Open XML ini, Jan van den Beld dari lembaga industri komputer CompTIA menyatakan, dalam waktu dekat belum akan ada perubahan berarti. Namun memang pemerintah dan perusahaan besar kini punya alternatif pilihan yang menarik. Tentu saja terdapat masalah terkait dengan standar yang hampir serupa, yakni OpenDocument Format (ODF) yang lebih dulu jadi standar ISO. Berbagai pihak termasuk raksasa komputer IBM menyatakan, keberadaan Open XML justru merecoki ODF. Karenanya, editor spesifikasi ODF, Patrik Durusau melobi pihak Open XML untuk meningkatkan interoperabilitas dengan ODF agar tak terjadi gangguan. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 14 May 2008 )
|